Minggu, 15 September 2019

PENYULUHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI JORONG MERCU




Sungai Kunyit, nagarisungaikunyit.blogspot.com- Puskesmas Mercu melaksakan penyuluhan kepada
warga tentang program kesehatan Penyakit Tidak Menular (PTM), di Jorong Mercu Nagari
Sungai Kunyit Kecamatan Sangir Balai Janggo Kabupaten Solok Selatan, bertempat
di Mesjid Mablaghul Ulum Mercu, Jum’at (13/9/2019).
 



Kegiatan ini diikuti lebih dari 50 orang
warga, yang hadir antusias dalam mengikuti penyuluhan tentang PTM. Materi
penyuluha
n ini meliputi penyakit Diabetes (Gula darah), Hipertensi (Darah Tinggi)
dan Reumatik.
 



Acara dibuka oleh Kepala Jorong Mercu,
Bapak Ikhsan Eka Putra, dalam sambutannya beliau berharap agar masyarakat dapat
memahami materi yang disampaikan oleh pihak Puskesmas Mercu sehingga dapat
menanggulangi terkena penyakit tidak menular. Kepala Jorong juga mengingatkan
kepada warga tentang beberapa; agar warga melakukan pengecekan kesehatan secara
rutin dan berkala,
agar warga berprilaku pola hidup sehat seperti memakan
makanan dan minuman yang sehat (makan sayur dan buah-buahan), tidak merokok,
serta berolah raga
, dan
mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan rumah dengan menanam sayur-sayuran
sebagaimana yang telah di programkan oleh TP-PKK Nagari.
 



“Saya berharap Pihak Kesehatan, Kader dan Warga
Jorong Mercu  berkomitmen untuk selalu menjaga kesehatan dengan cara
melakukan pemeriksaan rutin guna mendeteksi faktor resiko penyakit tidak
menular, mudah-mudahan dengan adanya kegiatan  ini dapat mengingatkan kita
kembali agar lebih peduli terhadap PTM ini,” ucap Ikhsan.
 



Dr. Miko
Akmaroza, dari Puskesmas Mercu
dalam penyampaian materinya menerangkan tentang pengenalan, pencegahan serta
pola perilaku hidup sehat guna mengantisipasi terkena penyakit tidak menular.
Disampaikan Dr. Miko, berdasarkan hasil penelitian dibidang kesehatan beberapa
penyakit tidak menular justru berada diperingkat atas dan penyumbang angka
kematian dan kesakitan yang tertinggi, antara lain penyakit jantung dan
diabetes melitus.
 



Dalam penjelasannya Dr. Miko menyebutkan
ada beberapa
penyebab atau faktor-faktor yang dapat menimbulkan Penyakit
Tidak Menular tersebut yaitu melakukan diet yang salah, kurang berolahraga,
meminum-minuman beralkohol, merokok, penyakit kegemukan, hyperglikemia, 
tekanan darah tinggi,
kelebihan kolesterol, serta bahkan sakit yang ditimbulkan akibat cidera dan
juga kecelakaan.
 



“Dengan melaksanakan kegiatan penyuluhan
ini, diharapkan masyarakat dapat mengenal tanda, gejala, dan pencegahan tentang
penyakit tersebut. Sehingga bisa mengurangi resiko penyakit bertambah parah
atau bahkan mengurangi resiko kematian dengan bertindak lebih cepat, tepat dan
akurat. Dan pengetahuan tersebut bisa ditularkan minimal kepada keluarga dan
tetangga”. Imbuh Dr. Miko.
 



Hadir dalam
penyuluhan, Kepala Jorong Mercu (Ikhsan EP), Pimpinan Puskesmas Mercu (di
wakili oleh Dr. Miko Akmaroza), Bidan Desa (Deby A), Perawat (Linda S), Kader
Posyandu, Kader Lansia, tokoh-tokoh masyarakat dan Warga setempat.




Sumber berita
& Foto : Ikhsan Eka Putra (Kepala Jorong Mercu)





Scribe/admin,
Rusnijal.























PENYULUHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI JORONG MERCU


Sungai Kunyit, nagarisungaikunyit.blogspot.com- Puskesmas Mercu melaksakan penyuluhan kepada warga tentang program kesehatan Penyakit Tidak Menular (PTM), di Jorong Mercu Nagari Sungai Kunyit Kecamatan Sangir Balai Janggo Kabupaten Solok Selatan, bertempat di Mesjid Mablaghul Ulum Mercu, Jum’at (13/9/2019). 

Kegiatan ini diikuti lebih dari 50 orang warga, yang hadir antusias dalam mengikuti penyuluhan tentang PTM. Materi penyuluhan ini meliputi penyakit Diabetes (Gula darah), Hipertensi (Darah Tinggi) dan Reumatik.
 

Acara dibuka oleh Kepala Jorong Mercu, Bapak Ikhsan Eka Putra, dalam sambutannya beliau berharap agar masyarakat dapat memahami materi yang disampaikan oleh pihak Puskesmas Mercu sehingga dapat menanggulangi terkena penyakit tidak menular. Kepala Jorong juga mengingatkan kepada warga tentang beberapa; agar warga melakukan pengecekan kesehatan secara rutin dan berkala, agar warga berprilaku pola hidup sehat seperti memakan makanan dan minuman yang sehat (makan sayur dan buah-buahan), tidak merokok, serta berolah raga, dan mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan rumah dengan menanam sayur-sayuran sebagaimana yang telah di programkan oleh TP-PKK Nagari.
 

“Saya berharap Pihak Kesehatan, Kader dan Warga Jorong Mercu  berkomitmen untuk selalu menjaga kesehatan dengan cara melakukan pemeriksaan rutin guna mendeteksi faktor resiko penyakit tidak menular, mudah-mudahan dengan adanya kegiatan  ini dapat mengingatkan kita kembali agar lebih peduli terhadap PTM ini,” ucap Ikhsan. 

Dr. Miko Akmaroza, dari Puskesmas Mercu dalam penyampaian materinya menerangkan tentang pengenalan, pencegahan serta pola perilaku hidup sehat guna mengantisipasi terkena penyakit tidak menular. Disampaikan Dr. Miko, berdasarkan hasil penelitian dibidang kesehatan beberapa penyakit tidak menular justru berada diperingkat atas dan penyumbang angka kematian dan kesakitan yang tertinggi, antara lain penyakit jantung dan diabetes melitus.
 

Dalam penjelasannya Dr. Miko menyebutkan ada beberapa penyebab atau faktor-faktor yang dapat menimbulkan Penyakit Tidak Menular tersebut yaitu melakukan diet yang salah, kurang berolahraga, meminum-minuman beralkohol, merokok, penyakit kegemukan, hyperglikemia, tekanan darah tinggi, kelebihan kolesterol, serta bahkan sakit yang ditimbulkan akibat cidera dan juga kecelakaan.
 

“Dengan melaksanakan kegiatan penyuluhan ini, diharapkan masyarakat dapat mengenal tanda, gejala, dan pencegahan tentang penyakit tersebut. Sehingga bisa mengurangi resiko penyakit bertambah parah atau bahkan mengurangi resiko kematian dengan bertindak lebih cepat, tepat dan akurat. Dan pengetahuan tersebut bisa ditularkan minimal kepada keluarga dan tetangga”. Imbuh Dr. Miko. 

Hadir dalam penyuluhan, Kepala Jorong Mercu (Ikhsan EP), Pimpinan Puskesmas Mercu (di wakili oleh Dr. Miko Akmaroza), Bidan Desa (Deby A), Perawat (Linda S), Kader Posyandu, Kader Lansia, tokoh-tokoh masyarakat dan Warga setempat.


Sumber berita & Foto : Ikhsan Eka Putra (Kepala Jorong Mercu)

Scribe/admin, Rusnijal.




Sabtu, 14 September 2019

SOSIALISASI DAN PENYULUHAN BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA (BSPS) NAGARI SUNGAI KUNYIT TAHUN 2019









Sungai Kunyit, nagarisungaikunyit.blogspot.com- Sosialisasi dan Penyuluhan terkait Bantuan Stimulan
Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2019 dilaksanakan di Aula Kantor Wali Nagari
Sungai Kunyit, Jum’at, 13 September 2019.  Kegiatan dibuka langsung Wali
Nagari Sungai Kunyit, Rusnijal, S. IP.







Tahun ini Nagari Sungai Kunyit mendapat kucuran dana Bantuan
Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat (PUPR) mencapai Rp. 700.000.000,- yang diperuntukkan untuk Pembangunan
Rumah Baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah.




Program ini menyasar 20 unit rumah dengan total anggaran Rp. 700.000.000,-
dengan jumlah dana yang diterima sebesar Rp 35.000.000 per satu unit rumah.
Dengan rinciannya Rp. 5.000.000 untuk gaji tukang serta Rp. 30.000.000,- untuk bahan bangunan, tanpa di potong pajak.




Wali Nagari Sungai Kunyit, Rusnijal, S. IP, bersyukur atas
kucuran bantuan tersebut. Apalagi jumlah rumah tidak layak huni di Nagari
Sungai Kunyit cukup besar, mencapai 400 unit rumah. Ini masih data sementara,
kemungkinan besar data ini masih bisa bertambah.




Selama 2018 - 2019 baru sekitar 45 rumah tidak layak huni yang
tersentuh bantuan BSPS. Kami sangat berharap agar program ini terus dilanjutkan
dan apabila memungkinkan, alokasi bantuan untuk Nagari Sungai Kunyit bisa ditambah
lagi.




Pada tahun 2018, Nagari Sungai Kunyit mendapatkan bantuan dari
program BSPS sebanyak 25 unit rumah, dengan total dana sebesar Rp.
375.000.000,- dengan jumlah dana yang diterima sebesar Rp. 15.000.000,- per
satu unit rumah, di gunakan untuk peningkatan kwalitas rumah. Dengan rinciannya
Rp. 2.500.000 untuk gaji tukang serta Rp. 12.500.000,-  untuk bahan
bangunan




Sementara itu, Koordinator Fasilitator Kabupaten (Korfas),
Akhyar mengatakan, dalam program BSPS ini pemerintah memang tidak memberikan
bantuan dalam bentuk uang tunai, namun berupa bahan bangunan, dalam
pelaksanaannya dilakukan oleh masyarakat dengan membentuk kelompok untuk membangun
rumah secara gotong royong, nantinya tukang yang mengerjakan juga bisa diberikan
upah jika memang diperlukan, dengan demikian mereka tidak terbebani untuk
mengeluarkan biaya untuk upah kerja tukang.






Lebih lanjut, Akhyar menjelaskan Beberapa kriteria penerima BSPS
adalah ; 1. warga
negara Indonesia yang sudah berkeluarga, 2. memiliki atau menguasai tanah
dengan alas hak yang sah, 3. belum memiliki rumah atau memiliki dan menempati
satu-satunya rumah dengan kondisi tidak layak huni, 4. belum pernah memperoleh
BSPS atau bantuan pemerintah untuk program perumahan, 5. berpenghasilan paling
banyak sebesar upah minimum daerah provinsi dan 6. bersedia berswadaya dan
membentuk KPB dengan pernyataan tanggung renteng.





Ssosialisasi
ini dihadiri oleh, Wali Nagari Sungai Kunyit, Koordinator fasilitator
Kabupaten, Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), Sekretaris Nagari, Kasi/Kaur,
Kepala Jorong dan Calon Penerima Program BSPS 2019.




Subribe/admin, Rusnijal.














SOSIALISASI DAN PENYULUHAN BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA (BSPS) NAGARI SUNGAI KUNYIT TAHUN 2019



Sungai Kunyit, nagarisungaikunyit.blogspot.com- Sosialisasi dan Penyuluhan terkait Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2019 dilaksanakan di Aula Kantor Wali Nagari Sungai Kunyit, Jum’at, 13 September 2019.  Kegiatan dibuka langsung Wali Nagari Sungai Kunyit, Rusnijal, S. IP.

Tahun ini Nagari Sungai Kunyit mendapat kucuran dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencapai Rp. 700.000.000,- yang diperuntukkan untuk Pembangunan Rumah Baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Program ini menyasar 20 unit rumah dengan total anggaran Rp. 700.000.000,- dengan jumlah dana yang diterima sebesar Rp 35.000.000 per satu unit rumah. Dengan rinciannya Rp. 5.000.000 untuk gaji tukang serta Rp. 30.000.000,- untuk bahan bangunan, tanpa di potong pajak.
Wali Nagari Sungai Kunyit, Rusnijal, S. IP, bersyukur atas kucuran bantuan tersebut. Apalagi jumlah rumah tidak layak huni di Nagari Sungai Kunyit cukup besar, mencapai 400 unit rumah. Ini masih data sementara, kemungkinan besar data ini masih bisa bertambah.
Selama 2018 - 2019 baru sekitar 45 rumah tidak layak huni yang tersentuh bantuan BSPS. Kami sangat berharap agar program ini terus dilanjutkan dan apabila memungkinkan, alokasi bantuan untuk Nagari Sungai Kunyit bisa ditambah lagi.
Pada tahun 2018, Nagari Sungai Kunyit mendapatkan bantuan dari program BSPS sebanyak 25 unit rumah, dengan total dana sebesar Rp. 375.000.000,- dengan jumlah dana yang diterima sebesar Rp. 15.000.000,- per satu unit rumah, di gunakan untuk peningkatan kwalitas rumah. Dengan rinciannya Rp. 2.500.000 untuk gaji tukang serta Rp. 12.500.000,-  untuk bahan bangunan
Sementara itu, Koordinator Fasilitator Kabupaten (Korfas), Akhyar mengatakan, dalam program BSPS ini pemerintah memang tidak memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai, namun berupa bahan bangunan, dalam pelaksanaannya dilakukan oleh masyarakat dengan membentuk kelompok untuk membangun rumah secara gotong royong, nantinya tukang yang mengerjakan juga bisa diberikan upah jika memang diperlukan, dengan demikian mereka tidak terbebani untuk mengeluarkan biaya untuk upah kerja tukang.

Lebih lanjut, Akhyar menjelaskan Beberapa kriteria penerima BSPS adalah ; 1. warga negara Indonesia yang sudah berkeluarga, 2. memiliki atau menguasai tanah dengan alas hak yang sah, 3. belum memiliki rumah atau memiliki dan menempati satu-satunya rumah dengan kondisi tidak layak huni, 4. belum pernah memperoleh BSPS atau bantuan pemerintah untuk program perumahan, 5. berpenghasilan paling banyak sebesar upah minimum daerah provinsi dan 6. bersedia berswadaya dan membentuk KPB dengan pernyataan tanggung renteng.
Ssosialisasi ini dihadiri oleh, Wali Nagari Sungai Kunyit, Koordinator fasilitator Kabupaten, Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), Sekretaris Nagari, Kasi/Kaur, Kepala Jorong dan Calon Penerima Program BSPS 2019.
Subribe/admin, Rusnijal.



3 Lansia di Nagari Sungai Kunyit Terima Bantu LU




Sungai Kunyit, nagarisungaikunyit.blogspot.com- Pemerintah Kabupaten
Solok Selatan melalui Dinas Sosial Kabupaten Solok Selatan menyalurkan bantuan
kepada warga lanjut usia (Lansia) di Nagari Sungai Kunyit, Rabu (11/9/2019).








Mewakili
Kadis Sosial Kabupaten Solok Selatan, Hapison, SH. Wali Nagari Sungai Kunyit,
Rusnijal, S. IP mengatakan, “bantuan ini berasal dari APBN Kementrian Sosial,
dimana bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan pokok para lansia yang diberikan
dalam bentuk uang”.





Penyerahan bantuan dilakukan oleh Petugas
dari Kabupaten, TKSK Kecamatan dan PSM Nagari, didampingi oleh Camat Sangir
Balai Janggo yang  diwakili oleh Kasi
Camat dan Wali Nagari Sungai Kunyit. Pekerja Sosial ini bertugas untuk
memastikan para lansia ini bisa mengakses pelayanan-pelayanan dasar sesuai
kebutuhannya.





Lansia
yang mendapatkan bantuan program ini, berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) yang
kemudian diseleksi sesuai dengan kriteria yang ditetapkan Kementerian Sosial.





Untuk lanjut
usia yang masuk kategori tidak potensial, diberikan Bantuan Bertujuan Lanjut
Usia (Bantu LU), yaitu pemenuhan kebutuhan dasar.





“Bantuan ini
bersifat stimulan satu tahun sekali. Kami berharap program Bantu Lu ini dapat dimanfaatkan
dengan baik sehingga bisa meringankan beban keluarga”  tambah Rusnijal.





Adapun untuk
setiap lansia menerima bantuan berupa uang tunai sebesar Rp. 1.200.000,-. Setiap
Lansia dianggarkan menerima Rp. 200.000,- setiap bulannya. Hanya saja secara
teknis penyaluran diberikan untuk enam bulan langsung dengan jumlah total Rp.
1.200.000,-.





Program
Bantuan Bertujuan Lanjut Usia (Bantu LU) ini diberikan kepada 3 Lansia di
Nagari Sungai Kunyit tersebar di Jorong Pasar Sungai Sungkai dan Jorong Sungai
Takuk. Ketiga LU tersebut adalah ; Jaman di Pasar Sungai Sungkai, Loso dan
Ahmad Maun di Sungai Takuk.





Subribe/admin, Rusnijal.



















Entri yang Diunggulkan

Nama Nama Perangkat Nagari Sungai Kunyit

Nagari Sungai Kunyit Memiliki Struktur Perangkat Sbb : Wali Nagari Sekretaris Nagari Kepala Seksi (3 Orang) Kepala Urusan ( 2 Or...

Entri Populer