Senin, 27 Juli 2026

Mahasiswa KKN Reguler II Sungai Kunyit 2026 Kenalkan Teknologi Silase sebagai Solusi Pakan Ternak Sepanjang Masa

 

SUNGAI KUNYIT – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler II Universitas Andalas Tahun 2026 di Nagari Sungai Kunyit melaksanakan program kerja di bidang peternakan melalui kegiatan pelatihan pembuatan silase sebagai solusi penyediaan pakan ternak yang berkualitas dan berkelanjutan pada Senin (27/7). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya para peternak, mengenai teknologi pengawetan pakan agar ketersediaannya tetap terjaga sepanjang tahun, terutama pada musim kemarau ketika pakan hijau mulai sulit diperoleh.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan penyuluhan mengenai silase, yaitu pakan awetan hasil proses fermentasi tanpa udara (anaerob). Proses fermentasi ini memanfaatkan kandungan gula alami pada bahan pakan untuk menghasilkan asam yang mampu menghambat pembusukan, sehingga kualitas nutrisi pakan tetap terjaga dalam jangka waktu yang lama.

Mahasiswa KKN juga memperkenalkan berbagai bahan lokal yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan silase, seperti rumput gajah, rumput raja, daun sawit, batang pisang, limbah jagung, serta jerami padi. Selain memanfaatkan hijauan, teknologi silase ini menjadi solusi efektif dalam mengolah limbah pertanian dan perkebunan menjadi pakan ternak yang bernilai ekonomis. Sebagai bahan pendukung fermentasi, masyarakat diajarkan menggunakan dedak padi, bekatul, maupun gula merah untuk membantu memperlancar proses fermentasi.

Tidak hanya memberikan materi teori, mahasiswa KKN juga mendemonstrasikan secara langsung tahapan pembuatan silase. Proses diawali dengan mencacah bahan pakan hingga berukuran sekitar 2–3 sentimeter, kemudian mencampurkannya secara merata dan mengatur kadar air agar sesuai. Selanjutnya, bahan dimasukkan ke dalam wadah kedap udara (silo/tong), dipadatkan hingga tidak menyisakan rongga udara, lalu ditutup rapat untuk difermentasi selama kurang lebih 14–21 hari sebelum siap diberikan kepada ternak.

Para peserta juga diberikan penjelasan mengenai ciri-ciri silase yang berhasil dan berkualitas tinggi, yaitu berwarna hijau kecokelatan, beraroma asam segar seperti acar, serta tidak ditumbuhi jamur. Pengetahuan ini penting agar peternak dapat menghasilkan silase yang aman dan bernilai gizi tinggi bagi hewan ternak mereka.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat. Para peternak terlihat antusias mengikuti penyuluhan, mengajukan berbagai pertanyaan, serta menyaksikan demonstrasi pembuatan silase hingga selesai. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan sumber daya lokal dan limbah pertanian secara optimal sebagai alternatif penyediaan pakan ternak yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Program pelatihan pembuatan silase ini merupakan salah satu bentuk pengabdian nyata Mahasiswa KKN Reguler II Sungai Kunyit Tahun 2026 dalam mendukung pengembangan sektor peternakan di Kabupaten Solok Selatan. Diharapkan penerapan teknologi silase ini dapat membantu peternak menekan biaya produksi serta meningkatkan produktivitas ternak secara berkelanjutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

WALI NAGARI DAN PERANGKAT NAGARI SUNGAI KUNYIT TAHUN 2026

         NAMA WALI NAGARI DAN PERANGKAT Wali Nagari Sekretaris Nagari Kepala Seksi (3 Orang) Kepala Urusan ( 3 Orang) Staf ( 4 Orang) Kepala...

Entri Populer